Rabu, 30 Juni 2010

hanya jadi Tu-han

setiap manusia
memiliki peranan dan peran
sebagai manusiakah?
sebagai hewankah
atau...
sebagai setankah?

hanya aku dan Tuhan
dirimu dan Tuhan
yang melihat dari langit

aku tidak menjadikanapa yang jadi
hingga menjadi sesuatu yang dijadikan oleh penjadi
menjadi sejadi-jadinya jadi
yang terjadi menjadi jadi

itulah manusia
yang menjadikan congak sebagai Tuhan dan alas altar nyata

inilah sungguh aku mengakui ketidak adaanya Tuhan
karena hanya membuat jadinya jadi yang menjadikan aku Tu-han
yang aku Tu-hankan.

Sabtu, 24 April 2010

satukan saja, maka ku jemput.

jangan kau triakan sbelum aku mencoba..

jangan kau hilangkan sebelum aku hidupkan..

jangan kau coba sebelum aku mintakan..

jangan kau pernah untuk jangan aku jangankan..



ketika kau hirup ada sedikit tidak untuk aku nafas..

ketika kau bangun ada kata bunuh untuk aku tidurkan..

ketika kau jalan ada banyak hidup untuk hindarkan..

ketika kau ada ketika aku ketika ada kau..

jangan ketika kau ada jangan kau ketika ada..



aku hanya ingin bisa kau untuk saja..

hanya ingin kau bisa untuk aku saja..

ingin kau bisa hanya saja untuk aku..

bisa kau ingin aku untuk hanya saja..



derap aku untuk bisa saja..

derapmu ketika bisa maka...

aku kau bisa saja ketika ingin..



itulah,

satukan saja ketika ingin..

hanya saja maka ku jemput..


14 Agustus 2009 jam 17:12

Selasa, 06 April 2010

. anjing keparat bajingan bangsat .

saatku terbangun dari mimpi
yang kurasakan adalah perih
mata memerah
hati terasa gundah

simpang siur kehidupanku
selalu terjal jalananku
hati selalu berteriak
derita tetap terus berjalan
tanpa memandang
betapa ku ingin hancurkan semuanya
ingin ku hancurkan
ingin kupecahkan
namun aku selau tahan

bajingan yang selalu kerap di hatiku
bangsat yang selalu dijiwaku

karena bajingan dan bangsat itulah,
yang memukul jiwaku
hukum tanpa pandang bulu
hukum tanpa pandang lawan

jiwa - jiwa pemberontak selalu teriak
tetap si bajingan setapak tegap
cacian makian selalu terucap
si bangsat tertawa dengan gagap

mata hukumnya selalu menyudut
jiwa hatinya selalu terhanyut
tanpa ada rasa
tanpa ada asa

hidupnya selalu bersalah
tanpa pernah merasa bersalah

terlalu mengatur hingga kawananku terbelah
terlalu mencari hingga kawananku mencaci

si bangsat tetap berdiri
si bajingan selalu dihati
hingga dia dengar puisi ini
tanpa rasa salah, tanpa tertegun hati

hingga kini jiwanya tetap tertawa
karena kawananku telah tiada
tapi raga jiwa pemberontak tetap di hati

hingga sibangsat berjiwa bajingan atau sebaliknya telah mati oleh urusannya sendiri!.

. ku tulis sajak .

inilah sajak
yang terbuat dari otak

nafsu yang terpuruk
hingga telungkup

masuk
hingga busuk

nafas hingga nestapa
tanpa apa untuk bertapa

haruskah aku sujud di nisan
tanpa adanya lisan

inikah getiran pahit,
aduan percikan pasir,
tanpa sapaan

jadikah,
bertapa busuk diatas nisan,
hingga tanpa lisan adukan getiran pahit.

jika memang,
tulislah di sajak otakmu.

Semua Berlalu

ketika aku mengangkat bendera, bukan berarti aku kalah.

ketika aku mengangkat senjata, bukan berarti aku ingin perang,

ketika aku bersimbah darah, bukan berati aku mati.

ketika aku terbujur kaku, bukan berarti aku tlah bertemu diriNya

karena ketika adalah andaian dari kenyataan untuk sementara waktu.

dan aku hanyalah manusia yang sedang gila akan cinta untuk dia karenaNYa..
apadaya jika dia tak bisa terima, karena aku sudah tergila - gila.