yang kurasakan adalah perih
mata memerah
hati terasa gundah
simpang siur kehidupanku
selalu terjal jalananku
hati selalu berteriak
derita tetap terus berjalan
tanpa memandang
betapa ku ingin hancurkan semuanya
ingin ku hancurkan
ingin kupecahkan
namun aku selau tahan
bajingan yang selalu kerap di hatiku
bangsat yang selalu dijiwaku
karena bajingan dan bangsat itulah,
yang memukul jiwaku
hukum tanpa pandang bulu
hukum tanpa pandang lawan
jiwa - jiwa pemberontak selalu teriak
tetap si bajingan setapak tegap
cacian makian selalu terucap
si bangsat tertawa dengan gagap
mata hukumnya selalu menyudut
jiwa hatinya selalu terhanyut
tanpa ada rasa
tanpa ada asa
hidupnya selalu bersalah
tanpa pernah merasa bersalah
terlalu mengatur hingga kawananku terbelah
terlalu mencari hingga kawananku mencaci
si bangsat tetap berdiri
si bajingan selalu dihati
hingga dia dengar puisi ini
tanpa rasa salah, tanpa tertegun hati
hingga kini jiwanya tetap tertawa
karena kawananku telah tiada
tapi raga jiwa pemberontak tetap di hati
hingga sibangsat berjiwa bajingan atau sebaliknya telah mati oleh urusannya sendiri!.

mantep bosss
BalasHapus