Selasa, 06 April 2010

. anjing keparat bajingan bangsat .

saatku terbangun dari mimpi
yang kurasakan adalah perih
mata memerah
hati terasa gundah

simpang siur kehidupanku
selalu terjal jalananku
hati selalu berteriak
derita tetap terus berjalan
tanpa memandang
betapa ku ingin hancurkan semuanya
ingin ku hancurkan
ingin kupecahkan
namun aku selau tahan

bajingan yang selalu kerap di hatiku
bangsat yang selalu dijiwaku

karena bajingan dan bangsat itulah,
yang memukul jiwaku
hukum tanpa pandang bulu
hukum tanpa pandang lawan

jiwa - jiwa pemberontak selalu teriak
tetap si bajingan setapak tegap
cacian makian selalu terucap
si bangsat tertawa dengan gagap

mata hukumnya selalu menyudut
jiwa hatinya selalu terhanyut
tanpa ada rasa
tanpa ada asa

hidupnya selalu bersalah
tanpa pernah merasa bersalah

terlalu mengatur hingga kawananku terbelah
terlalu mencari hingga kawananku mencaci

si bangsat tetap berdiri
si bajingan selalu dihati
hingga dia dengar puisi ini
tanpa rasa salah, tanpa tertegun hati

hingga kini jiwanya tetap tertawa
karena kawananku telah tiada
tapi raga jiwa pemberontak tetap di hati

hingga sibangsat berjiwa bajingan atau sebaliknya telah mati oleh urusannya sendiri!.

1 komentar: